YOGYAKARTA – Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron kembali membuktikan dedikasinya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui agenda Public Expose Laporan Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026. Acara yang berlangsung di Hotel Burza Yogyakarta. Pelaksanakan kegiatan ini pada Sabtu (31/1/2026) ini menjadi semakin istimewa karena Lazismu Mantrijeron resmi meluncurkan kembali program unggulan mereka. Yaitu UMKM Berdaya Jogja (BEJO) Angkatan (Batch) Ketiga. Lazismu Mantrijeron Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat.
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Kota
Kegiatan yang mengusung tema “Transparansi Menebar Kebaikan” ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, M.Pd., yang hadir mewakili Wakil Walikota Yogyakarta, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata Lazismu Mantrijeron dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan memperkecil kesenjangan ekonomi.

“Pemerintah Kota memandang UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Inisiatif seperti program BEJO ini sangat relevan dengan kebijakan strategis kami. Kami melihat Lazismu Mantrijeron tidak hanya memberikan bantuan bersifat konsumtif, tetapi benar-benar membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Dedi Budiono dalam sambutannya.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat, Model Pemberdayaan yang Terstruktur dan Berkelanjutan
Pemkot Yogyakarta secara khusus menyoroti metodologi program BEJO yang sangat profesional. Alih-alih memberikan bantuan modal instan, Lazismu Mantrijeron menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi calon mitra, mulai dari verifikasi administrasi, kurasi proposal bisnis, hingga sesi pitching.
Para peserta terpilih nantinya akan menjalani rangkaian pelatihan intensif dan pendampingan yang terstruktur. Dedi Budiono menekankan bahwa mentalitas melayani, kemampuan komunikasi, dan pembangunan jaringan (networking) merupakan kunci sukses usaha yang jauh lebih berharga daripada modal uang semata.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Sekda Yogyakarta juga menawarkan peluang kolaborasi lanjutan bagi para pelaku UMKM binaan Lazismu, mulai dari pendampingan manajemen retail hingga akses pasar di XT Square melalui BUMD Kota Yogyakarta dengan skema biaya jasa nol persen untuk pelaku kuliner.
Komitmen Transparansi dan Prestasi Lembaga
Dalam pemaparannya, Kepala Kantor KL Lazismu Mantrijeron, Suhaibun Febrianto, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas capaian lembaga selama setahun terakhir. Lazismu Mantrijeron secara konsisten berhasil mempertahankan predikat sebagai salah satu kantor layanan terbaik di wilayah Yogyakarta.
Baca juga : https://lebihmanfaat.com/bukan-sekadar-belanja-lazismu-mantrijeron-hadirkan-senyum-di-wajah-64-anak-yatim/
“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kami dalam mengoptimalkan setiap dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) yang diamanahkan masyarakat. Melalui agenda ini, kami ingin menunjukkan bahwa tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) sangat penting demi kemaslahatan umat,” tegas Suhaibun. Ia berharap peluncuran BEJO Batch 3 dapat memperluas jangkauan manfaat bagi para pelaku usaha di tingkat akar rumput. Lazismu Mantrijeron Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat.

Pesan Penguatan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron, Ahmad Zuhdi, memberikan pesan penguatan bagi seluruh tim Lazismu. Ia berharap segala prestasi yang telah diraih tidak membuat tim berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk bekerja lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Acara ini ditutup dengan harapan besar agar sinergi antara lembaga filantropi, pemerintah, dan pelaku usaha dapat terus terjalin erat demi menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi di masa depan.
[Marketing Communication Lazismu Mantrijeron/Nur’aini Puji Lestari]

