Di sudut-sudut sempit gang Mantrijeron dan sekitarnya, sirine AmbulanMu sering kali menjadi melodi penjelas antara kecemasan dan harapan. Bagi keluarga dhuafa yang sedang berjuang melawan rasa sakit, laju roda kendaraan kemanusiaan ini bukan sekadar alat transportasi medis biasa, melainkan benteng terakhir tempat mereka menggantungkan asa.
Suasana bulan Agustus tahun ini terasa begitu hangat. Di tengah kibaran bendera merah putih yang menghiasi sepanjang jalan, aroma semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan lomba atau pawai, melainkan dengan ketukan pintu rumah-rumah para pasien dhuafa. Pada Rabu (19/8/2026), LAZISMU Mantrijeron berkolaborasi dengan relawan AmbulanMu Mantrijeron menggelar aksi bertajuk “Tebar Kebaikan di Bulan Kemerdekaan”.
Sebanyak 10 paket sembako disalurkan secara langsung kepada 10 keluarga pasien AmbulanMu yang sedang diuji dengan sakit dan keterbatasan ekonomi.
Bukan Sekadar Sembako, Ini Soal Rasa Peduli
Bagi seorang kepala keluarga yang terbaring sakit atau lansia yang terpaksa berulang kali pulang-pergi rumah sakit, perjuangan tak berhenti pada obat-obatan. Ada dapur yang harus tetap mengepul, dan ada kekhawatiran harian yang kerap mengendap diam-diam.

Ketika bingkisan sembako itu berpindah tangan, senyum haru dan mata yang berkaca-kaca menyambut kedatangan para relawan. Di balik bingkisan sederhana itu, ada wujud kepedulian dari ratusan muzaki dan donatur yang menitipkan amanahnya melalui LAZISMU Mantrijeron.
“Saya mengucapkan jazakumullah khairan katsiran. Terima kasih yang tak terhingga untuk anak-anak muda yang masih mau mengurusi umat ini. Untuk LAZISMU Mantrijeron, tetap jaya, berjalan terus, kembangkan, dan emban amanah masyarakat. Demikian, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ungkap saahsatu penerima manfaat dengan nada penuh haru.
Di balik bingkisan sederhana itu, ada wujud kepedulian dari ratusan muzaki dan donatur yang menitipkan amanahnya melalui LAZISMU Mantrijeron.
Koordinator Relawan AmbulanMu Mantrijeron, Ainun Majid, menyampaikan rasa syukur dan harapannya di depan armada ambulan yang selalu siap siaga tersebut:
“Alhamdulillah, kami telah menyalurkan program Tebar Kebaikan bersama LAZISMU Mantrijeron. Harapan kami mudah-mudahan teman-teman relawan AmbulanMu Mantrijeron dan LAZISMU Mantrijeron selalu kompak, dan kehadiran kami bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutur Ainun Majid.
Baca juga : https://www.suaramuhammadiyah.id/read/umkm-bejo-lazismu-menumbuhkan-kemandirian-ekonomi-ummat
Menjaga Merah Putih di Hati Sanubari
Makna kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika tak ada lagi saudara kita yang merasa berjuang sendirian di tengah kesulitannya. Sinergi antara amil zakat yang mengelola amanah dan relawan yang bersiap 24 jam di lapangan menjadi bukti hidup bahwa napas kebersamaan di Yogyakarta masih sangat kuat.
Di akhir pesannya, Ainun Majid mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergandengan tangan menopang gerakan kemanusiaan ini:
“Intinya, dukung terus program ataupun misi kemanusiaan layanan ambulan dan LAZISMU Mantrijeron agar terus bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.”
Terima kasih kepada para donatur dan muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Bantuan Anda bukan hanya meringankan beban hidup mereka hari ini, tetapi juga membuktikan bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian.
[Digital Marketing Lazismu Mantrijeron/Nur’aini Puji Lestari]

