Yogyakarta – PRM Danunegaran berkolaborasi dengan Lazismu Mantrijeron menggelar rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperingati Milad Muhammadiyah ke-114 sekaligus Milad Masjid Danunegaran ke-70. Sinergi ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam menguatkan syiar Islam. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi warga Mantrijeron.
Rangkaian acara sudah dimulai sejak akhir Oktober lalu. Acara diawali dengan Kajian Ahad Kliwon pada 25 Oktober 2026. Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Cahyono. Acara ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri hampir 300 jamaah.
Selain pengajian, panitia juga mengadakan layanan cek kesehatan gratis. Layanan medis ini diselenggarakan berkolaborasi dengan RS PKU Muhammadiyah Jogja. Tak hanya itu, panitia turut membagikan paket sayur gratis kepada para jamaah.

Sinergi Dakwah dan Kepedulian Sosial untuk Jamaah
Tak hanya penguatan rohani, kepedulian sosial juga menjadi pilar utama dalam perayaan serangkaian milad ini. Pada Ahad, 1 November 2026, Lazismu Mantrijeron bersama PRM Danunegaran menyalurkan bantuan berupa paket sembako dalam aksi bertajuk Tebar Kebahagiaan. Penyaluran sembako yang ditujukan bagi jamaah Masjid Danunegaran ini dikemas bersamaan dengan sesi kajian yang disampaikan oleh Ustadz drh. H. Agus Abadianto.
Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron, Suhaibun Febrianto, S.E., menyampaikan bahwa program kolaborasi ini merupakan komitmen nyata lembaga dalam menyalurkan amanah donatur secara tepat sasaran dan berdampak langsung.
“Melalui program Tebar Kebahagiaan ini, kami ingin memastikan bahwa kegembiraan milad tidak hanya dirasakan sebagai perayaan simbolis, tetapi benar-benar membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan jamaah dan masyarakat sekitar,” ujar Suhaibun Febrianto, S.E. di sela-sela penyerahan bantuan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PRM Danunegaran, Bapak Eko Ratmoko, mengapresiasi kolaborasi erat yang terjalin dengan Lazismu Mantrijeron. Ia menegaskan pentingnya momentum milad ini sebagai pemantik semangat kebersamaan dan kemakmuran masjid.

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara ranting dan Lazismu dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Kami berharap momentum Milad Muhammadiyah ke-114 dan Milad Masjid Danunegaran ke-70 ini semakin mempererat ukhuwah serta memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat,” tutur Bapak Eko Ratmoko.
Dalam ceramahnya, Ustadz drh. H. Agus Abadianto juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas sosial dan semangat saling berbagi antar sesama Muslim, terutama dalam momen bersejarah seperti milad Muhammadiyah dan masjid.
Menuju Puncak Acara: Dari Lomba Anak Hingga Jalan Sehat
Semarak kegiatan masih terus berlanjut hingga pertengahan November. Agenda terdekat yang siap digelar adalah Lomba Mewarnai bagi siswa-siswi KB/TK ABA se-Kapanewon Mantrijeron pada Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kreativitas anak sejak dini sekaligus mengenalkan lingkungan masjid dengan cara yang menyenangkan.

Selanjutnya, bagi para pecinta olahraga dan gaya hidup sehat, panitia menyelenggarakan Gowes Bareng pada Ahad, 8 November 2026. Rangkaian perayaan ini akan ditutup dengan Puncak Acara pada Ahad, 15 November 2026, yang memadukan Pentas Seni kreatif warga dan peserta didik dengan kegiatan Jalan Sehat keluarga.
Panitia pelaksana mengundang seluruh lapisan masyarakat Mantrijeron dan sekitarnya untuk turut hadir menyemarakkan sisa agenda kegiatan yang ada. Diharapkan perpaduan antara dakwah, kepedulian sosial, dan kegiatan kebersamaan ini dapat menguatkan peran Masjid Danunegaran dan Muhammadiyah sebagai pusat peradaban dan kemakmuran umat.
[Digital Marketing Lazismu Mantrijeron/Nur’aini Puji Lestari]

