Kini Air Bersih Tak Lagi Jauh: Senyum Syukur Warga Wanglu Sambut Peresmian Sumur Bor

GUNUNGKIDUL – Kebutuhan akan air bersih bagi warga yang tinggal di wilayah dataran tinggi kini perlahan terjawab. Bertempat di Padukuhan Wanglu, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, telah dilaksanakan acara Peresmian Sumur Bor pada Rabu, (21/10/2026).

Fasilitas air bersih ini merupakan wujud kepedulian keluarga Almarhum Bapak Slamet Raharjo, yang disalurkan melalui kerja sama dengan Lazismu Mantrijeron. Yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron serta Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Mantrijeron.

Perjuangan Akses Air di Ketinggian 700 MDPL

Dalam sambutannya, Dukuh Wanglu, Bapak Supadi, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya sumur bor di wilayahnya. Menurut penuturannya, Padukuhan Wanglu berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sebelum fasilitas ini hadir, sumber air bersih yang ada sebelumnya berada sangat jauh dari permukiman warga Padukuhan Wanglu. Untuk mencapainya, warga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sementara akses jalan menuju padukuhan ini tergolong tinggi, terjal, dan menanjak. Kondisi geografis tersebut membuat pencarian air bersih menjadi tantangan fisik yang berat bagi warga setempat, terutama saat musim kemarau tiba.

Baca juga: https://lebihmanfaat.com/mengalirkan-harapan-lazismu-mantrijeron-salurkan-1-juta-liter-air-bersih-untuk-warga-gunungkidul/

Sementara itu, Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron, Suhaibun Febrianto, S,E., menceritakan bahwa proses survei awal bermula sekitar bulan Juni. Tim Lazismu Mantrijeron mendapat kabar mengenai kebutuhan air mendesak di wilayah Wanglu. Setelah melalui berbagai tahapan penyesuaian program dan peninjauan langsung ke lapangan yang menunjukkan kondisi sangat membutuhkan, tim akhirnya memutuskan untuk membangun sumur bor yang proper dan strategis agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Kebersamaan Antara Pemerintah, Tokoh Masyarakat, dan Warga

Acara peresmian ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momen bahagia tersebut disaksikan langsung oleh Lurah Umbulrejo, Bapak Wagimin, dan Dukuh Wanglu, Bapak Supadi. Jajaran pengurus RT setempat juga hadir membersamai kegiatan hingga selesai.

Dari pihak penyelenggara, hadir Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron, Bapak Suhaibun, bersama pengurus PCM dan PCA Mantrijeron. Perwakilan keluarga besar Almarhum Bapak Slamet Raharjo turut hadir, termasuk adik dari Bapak Daelami. Suasana makin lengkap dengan antusiasme seluruh warga Padukuhan Wanglu yang hadir menyaksikan peresmian.

Baca juga: https://suaramuhammadiyah.id/read/pitching-umkm-bejo-batch-4-bangun-kemandirian-ekonomi-umat

Pesan Keterbukaan dan Keberlanjutan Pemanfaatan

Suhaibun berpesan agar fasilitas sumur bor dijaga dan dirawat bersama. Pengelolaan yang baik sangat penting demi keberlanjutan pemanfaatan air. Penandatanganan kontrak juga dilakukan bersama pemilik lahan, Dukuh, dan pengurus terkait.

Selain itu, ditekankan pula bahwa fasilitas air bersih ini bersifat inklusif dan terbuka untuk umum. Meskipun diinisiasi melalui jaringan lembaga Islam, sumur bor ini dipersilakan untuk digunakan oleh seluruh warga Padukuhan Wanglu tanpa memandang latar belakang, demi kemaslahatan bersama.

Menjadi Amal Jariyah yang Terus Mengalir

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama untuk Almarhum Bapak Slamet Raharjo, agar segala kebaikan dan bantuan sumur bor ini dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, seiring dengan mengalirnya air bersih yang bermanfaat bagi kehidupan warga Padukuhan Wanglu.

[Digital Marketing Lazismu Mantrijeron/Nur’aini Puji Lestari]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *